Cerita Sex Dewasa Terpopuler Adik Yang Sangat Bandel

Posted on

Cerita Sex Dewasa Terpopuler Adik Yang Sangat Bandel – Cerita Sex Terlengkap, Perkenalkan aq Rendra seorang mahasiswa di sebuah universitas ternama di kota Medan. Keluargaku terdiri dari Papa Mama dan seorang adik perempuan yg bernama Cika. Keluargaku termasuk keluarga yg cukup berada. Cika saat ini duduk dibangku kelas 3 SMP sebuah sekolah swasta di Medan. Dua seorang gadis yg sangat popular di sekolahnya dan juga sekaligus merupakan wakil ketua OSIS. Tak heran kenapa dia bisa sepopular itu.

Cika anak yg cantik dan manis. Tubuhnya tdk terlalu tinggi, namun kemungilannya justru membuatnya nampak semakin manis. Dadanya tak terlalu besar, namun lekukannya cukup indah. BIbirnya cmerah merekah dan lesung pipitnya membuatnya semakin menggoda. Rambutnya hitam panjang sebahu. Kulitnmya putih dan bersih. Singkat kata, dia memang seorang gadis yg cantik dan merupakan kebanggan orang tuaku. Selain itu dia juga sangat pandai membawa diri dihadapan orang lain sehingga semua orang menyukainya.

Kumpulan Cerita Sex Dewasa Terpopuler Adik Yang Sangat Bandel

Cerita Sex Dewasa Terpopuler Adik Yang Sangat Bandel
Cerita Sex Dewasa Terpopuler Adik Yang Sangat Bandel

Cerita Dewasa – Namun di balik semua itu, sang “putri” ini sebetulnya tdklah perfect. Kepribadiannya yg manis ternyata hanya topeng belaka. Di dunia ini, hanya aq, kakak laki-lakinya, yg tahu akan kepribadiannya yg sesungguhnya. Kedua orang tuaku yg sering keluar kota untuk berbisnis selalu menitipkan rumah dan adikku kepadaku. Tapi mereka tdk tahu kalau aq kesulitan untuk mengendalikan adikku yg bandelnya bukan main. Di hadapanku, dia selalu bersikap membangkang dan seenaknya. Bila aq berkata A, maka dia akan melakukan hal yg sebaliknya. Pokoknya aq sungguh kewalahan untuk menanganinya.

Suatu hari, semuanya berubah drastic. Hari itu adalah hari Sabtu yg tak akan terlupakan dalam hidupku. Pada akhir minggu itu, seperti biasanya kedua orang tuaku sedang berada di luar kota untuk urusan bisnis. Mereka akan kembali minggu depannya. Kebetulan, aq dan adikku juga sedang liburan panjang. Sebetulnya kami ingin ikut dengan orang tua kami keluar kota, tapi orang tuaku melarang kami ikut dengan alasan tak ingin kami mengganggu urusan bisnis mereka. Biarpun adikku kelihatan menurut, tapi aq tahu kalau dia sangat kesal di hatinya.

Cerita Mesum – Setelah mereka pergi, aq mencoba untuk menghiburnya dengan mengajaknya nonton DVD baru yg kubeli yaitu Harry Potter and the Order of Pheonix. Tapi kebaikanku dibalas dengan air tuba. Bukan saja dia tdk menerima kebaikanku, bahkan dia membanting pintu kamarnya di depan hidungku.

Inilah penghinaan terakhir yg bisa kuterima. Akupun menonton DVD sendirian di ruang tamu. Tapi pikiranku tdklah focus ke film, melainkan bagaimana caranya membalas perbuatan adikku. Di rumah memang cuma ada kami berdua. Orang tua kami berpendapat bahwa kami tdk memerlukan pembantu dengan alasan untuk melatih tanggung jawab di keluarga kami. Selintas pikiran ngawur pun melintas di benakku. Aq bermaksud untuk menyelinap ke kamar adikku nanti malam dan memfoto tubuh telanjangnya waktu tidur dan menggunakannya untuk memaksa adikku agar menjadi adik yg penurut.

Malam itu, jam menunjukan pukul sebelas malam. Aq pun mengedap di depan pintu kamar adikku. Daun telingaku menempel di pintu untuk memastikan apa adikku sudah tertidur. Ternyata tdk ada suara TV ataupun radio di kamarnya. Memang biasanya adikku ini kalau hatinya sedang mengkal, akan segera pergi tidur lebih awal. Akupun menggunakan keahlianku sebagai mahasiswa jurusan teknik untuk membuka kunci pintu kamar adikku. Kebetulan aq memang mempunyai kit untuk itu yg kubeli waktu sedang tour ke luar negeri. Di tanganku aq mempunyai sebuah kamera digital.

Di kamar adikku, lampu masih terang karena dia memang tdk berani tidur dalam kegelapan. Akupun berjalan perlahan menuju tempat tidurnya. Ternyata malam itu dia tidur pulas terlentang dengan mengenakan daster putih. Tanganku bergerak perlahan dan gemetar menyingkap dasternya ke atas. Dia diam saja tdk bergerak dan napasnya masih halus dan teratur. Ternyata dia memakai CD warna putih dan bergambar bunga mawar. Pahanya begitu mulus dan aq pun bisa melihat ada bulu-bulu halus menyembul keluar di sekitar daerah memeknya yg tertutup CDnya.

Kemudian aq menggunakan gunting dan menggunting dasternya sehingga akhirnya bagian toketnya terlihat. Di luar dugaanku, ternyata dia tdk mengenakan kutang. Toketnya tdk begitu besar, mungkin ukuran A, tapi lekukannya sungguh indah dan menantang. Jakunku bergerak naik turun dan aq pun menelan ludah melihat pemandangan paling indah dalam hidupku. Kemudian dengan gemetar dan hati-hati, aq pun membuka CDnya. Adikku masih tertidur pulas.

Pemandangan indah segera terpampang di hadapanku. Sebuah hutan kecil yg tdk begitu lebat terhampar di depan mataku. Sangking terpesonanya, aq hanya bisa berdiri untuk sekian lamanya memandang dengan kamera di tanganku. Aq lupa akan maksud kedatanganku kemari. Sebuah pikiran setanpun melintas, kenapa aq harus puas hanya dengan memotret tubuh adikku. Apakah aq harus mensia-siakan kesempatan satu kali ini dalam hidupku? Apalagi aq masih perjaka ting-ting. Tapi kesadaran lain juga muncul di benakku, dia adalah adik kandungku., For God Sake. Kedua kekuatan kebajikan dan kejahatan berkecamuk di pikiranku.

Akhirnya, karena pikiranku tdk bisa memutuskan, maka aq membiarkan “adik laki-lakiku” di selangkangku memutuskan. Ternyata beliau sudah tegang siap perang. Manusia boleh berencana, tapi iblislah yg menentukan. Kemudian aq meletakan kamera di meja. Aq pun menggunakan kain daster yg sudah koyak untuk mengikat tangan adikku ke tempat tidur. Sengaja aq membiarkan kakinya bebas agar tdk menghalangi permainan setan yg akan segera kulakukan. Adikku masih juga tdk sadar kalau bahaya besar sudah mengancamnya. Aq pun segera membuka bajuku dan celanaku hingga telanjang bulat.

Kemudian aq menundukan mukaku ke daerah selangkangan adikku. Ternyata daerah itu sangat harum, kelihatan kalau adikku ini sangat menjaga kebersihan tubuhnya. Kemudian aq pun mulai menjilati daerah lipatan dan itil adikku. Adikku masih tertidur pulas, tapi setelah beberapa lama, napasnya sudah mulai memburu. Semakin lama, memek adikku semakin basah dan merekah. Aq sudah tak tahan lagi dan mengarahkan moncong meriamku ke lubang kenikmatan terlarang itu. Kedua tanganku memegang pergelangan kaki adikku dan membukanya lebar-lebar.

Ujung kepala k0ntolku sudah menempel di bibir memek adikku. Sejenak, aq ragu-ragu untuk melakukannya. Tapi aq segera menggelengkan kepalaku dan membuang jauh keraguanku. Dengan sebuah sentakan aq mendorong pantatku maju ke depan dan k0ntolku menembus masuk memek yg masih sangat rapat namun basah itu. Sebuah teriakan nyaring bergema di kamar,

” Ooogghhh, aduh….uuuhh, KAK Rendra, APA YG KAU LAKUKAN??” Adikku terbangun dan menjerit melihatku berada di atas tubuhnya dan menindihnya.

Muka adikku pucat pasi ketakutan dan menahan rasa sakit yg luar biasa. Matanya mulai berkaca-kaca. Sedangkan pinggulnya bergerak-gerak menahan rasa sakit. Tangannya berguncang mencoba melepaskan diri. Begitu juga kakinya mencoba melepaskan diri dari pegangannku. Namun semua upaya itu tdk berhasil. Aq tdk berani berlama-lama menatap matanya, khawatir kalau aq akan berubah pikiran. Aq mengalihkan pandangan mataku ke arah selangkangan. Ternyata memek adikku mengeluarkan darah, darah keperawanan.

Aq tdk menghiraukan semua itu karena sebuah kenikmatan yg belum pernah kurasakan dalam hidupku menyerangku. K0ntolku yg bercokol di dalam memek adikku merasakan rasa panas dan kontraksi otot memek adikku. Rasanya seperti disedot oleh sebuah vakum cleaner. Aq pun segera menggerakan pinggulku dan memompa tubuh adikku. Adikku menangis dan menjerit:

” Aduhh..aahh..uuhh..am..pun..kak…lep..as..kan..pana ss…sakitt!!”

“Kak..Rendra..mengo..uuhh..yak..aduh…tubuhku!!! ” Aq tdk tahan dengan rengekan adikku, karena itu aq segera menggunakan CD adikku untuk menyumpal mulutnya sehingga yg terdengar hanya suara Ughh..Ahhh.

Setelah sekitar lima belas menit, adikku tdk meronta lagi hanya menangis dan mengeluh kesakitan. Darah masih berkucuran di sekitar memeknya tapi tdk sederas tadi lagi. Aq sendiri memeramkan mata merasakan kenikmatan yg luar biasa. Aq semakin cepat menggerakan pinggulku karena aq merasa akan segera mencapai klimaksnya. Sesekali tanganku menampar pantat adikku agar dia menggoyangkan pinggulnya sambil berkata:

’ Who is your Daddy?” Sebuah dilema muncul di pikiranku.

Haruskah aq menembak di dalam rahim adikku atau di luar? Aq tahu kalau aq ingin melakukannya di dalam, tapi bagaimana bila adikku hamil? Ahh… biarlah itu urusan nanti, apalagi aq tahu di mana ibuku menyimpan pil KBnya.

Tiga menit kemudian.. Crett.. crett.. crettt..aq pun menembakan cairan hangat di dalam rahim adikku. Keringat membasahi kedua tubuh kami dan darah keperawanan adikku membasahi selangkangan kami dan sprei tempat tidur.

Aq membiarkan k0ntolku di dalam memek adikku selama beberapa menit. Kemudian setelah puas, aq mencabut keluar k0ntolku dan tidur terlentang di samping adikku. Aq kemudian membebaskan tangan adikku dan membuka sumpalan mulutnya. Kedua tanganku bersiap untuk menerima amukan kemarahannya. Namun di luar dugaanku, dia tdk menyerangku. Adikku hanya diam membisu seribu bahasa dan masih menangis. Posisinya masih tidur dan hanya punggungnya yg mengadapku. Aq melihat tangannya menutup dadanya dan tangan lainnya menutup memeknya. Dia masih menangis tersedu-sedu.

Setelah semua kepuasanku tersalurkan, baru sekarang aq bingung apa yg harus kulakukan selanjutnya. Semua kejadian ini di luar rencanaku. Aq sekarang sangat ketakutan membayangkan bagaimana kalau orang tuaku tahu. Hidupku bisa berakhir di penjara. Kemudian pandangan mataku berhenti di kamera. Sebuah ide jenius muncul di pikiranku. Aq mengambil kameranya dan segera memfoto tubuh telanjang adikku. Adikku melihat perbuatanku dan bertanya:

“Kak Rendra, Apa yg kau lakukan? Hentikan, masih belum cukupkah perbuatan setanmu malam ini? Hentikan…” Tangannya bergerak berusaha merebut kameraku.

Namun aq sudah memperkirakan ini dan lebih sigap. Karena tenagaku lebih besar, aq berhasi menjauhkan kameranya dari jangkauannya. Aq mencabut keluar memori card dari kameranya dan berkata:

“Kalau kamu tdk mau foto ini tersebar di website sekolahmu, kejadian malam ini harus dirahasiakan dari semua orang. Kamu juga harus menuruti perintah kakakmu ini mulai sekarang.”

Wajah adikku pucat pasi, dan air mata masih berlinang di pipinya. Kemudian dengan lemah dia mengganggukkan kepalanya. Sebuah perasaan ibaratnya telah memenangi piala dunia, bersemayam di dadaku. Aq tahu, kalau mulai malam itu aq telah menaklukan adikku yg bandel ini. Kemudian aq memerintahkan dia untuk membereskan ruangan kamarnya dan menyingkirkan sprei bernoda darah dan potongan dasternya yg koyak. Selain itu aq segera menyuruhnya meminum pil KB yg kudapat dari lemari obat ibuku. Terakhir aq menyuruhnya mandi membersihkan badan, tentu saja bersamaku. Aq menyuruhnya untuk menggunakan jari-jari lentiknya untuk membersihkan k0ntolku dengan lembut.

Malam itu, aq telah memenangkan pertempuran. Selama seminggu kepergian orang tuaku, aq selalu meniduri adikku di setiap kesempatan yg ada. Pada hari keempat, adikku sudah terbiasa dan tdk lagi menolakku biarpun dia masih kelihatan sedih dan tertekan setiap kali kita bercinta. Aq juga memerintahkannya untuk membersihkan rumah dan memasakan makanan kesukaanku. Aq juga memberi tugas baru untuk mulut mungil adikku dengan bibirnya yg merah merekah. Setiap malam selama seminggu ketika aq menonton TV, aq menyuruh adikku untuk memberi oral seks. Dan aq selalu menyemprotkan spermaku ke dalam mulutnya dan menyuruhnya untuk menelannya.

Ketika orang tuaku kembali minggu depannya, aq memerintahkan adikku untuk bersikap sewajarnya menyambut mereka. Ketika ibuku memeluk adikku, aq melihat wajah adikku yg seperti ingin melaporkan peristiwa yg terjadi selama seminggu ini. Aq pun bertindak cepat dan berkata pada ibuku:

“Ibu, gimana perjalanan ibu? Tunjukan dong FOTOnya kepada kami berdua.” Ibuku tersenyum mendengar ini dan tdk mencurigai apa pun. Tapi adikku menjadi sedikit pucat dan tahu makna dari perkataanku. Dia pun tdk jadi berkata apa-apa.

Sejak itu, setiap kali ada kesempatan, aq selalu meniduri adikku. Tentu saja kami mempraktekan safe sex dengan kondom dan pil. Setelah dia lulus SMA, kami masih melakukannya, bahkan sekarang dia sudah menikmati permainan kami. Terkadang, dia sendiri yg datang memintanya. Ketika dia lulus SMA, aq yg sekarang sudah bekerja di sebuah bank bonafid dipindahkan ke Jakarta. Aq meminta orang tuaku untuk mengijinkan adikku kuliah di Jakarta.

Tentu saja aq beralasan bahwa aq akan menjaganya agar adikku tdk terseret dalam pergaulan bebas. Orang tuaku setuju dan adikku juga pasrah. Sekarang kami berdua tinggal di Jakarta dan menikmati kebebasan kami. Hal yg berbeda hanyalah aq bisa melihat bahwa adikku telah berubah menjadi gadis yg lebih binal. Itulah Kisah Mesum IGO Terlengkap 2017. Baca juga cerita sex paling yahud: Cerita Sex IGO Terbaru 2017 Malam Yang Terasa Panjang – Cerita sex terlengkap, cerita dewasa terhot, cerita mesum terbagus, cerita ngentot ternikmat, cerita sex terpopuler 2017, cerita ngentot terbaru.